Catatan Asep

How Biodiesel is Made

Posted on: March 20, 2007

how-biodiesel-is-made.ppt

2 Responses to "How Biodiesel is Made"

akang asep, saya mahasiswa teknik kimia Universitas Muhammadiyah Jakarta, saya sekarang sedang melakukan penelitian dengan jdul “Pembuatan Biodiesel dari Mniyak Jelantah”,,
saya mau bertanya donk, d dalam penelitian saya, saya memakai variable Kecepatan pengaduk saat pencampuran minyak jelantah dg Methanol + katalis, apakah berpengaruh kecepatan pengaduk (RPM 100,200,300,400,500 dan 600)terhadap kandungan biodiesel yg di hasilkan..?
mohon bantuan nya ya, o..y saya mw tanya buku tentang “Pembuatan Biodiesel dari Mniyak Jelantah” ada ga?
thanks b4 y akang asep..

semoga sedikit jawaban dari saya bisa membantu anda: sesuai pekerjaan saya di pabrik snack di kediri yang setiap harinya membuat biodiesel untuk truk2 bos saya dari minyak jelantah memang gampang2 susah, menurut saya pengadukan yang anda sebutkan bisa saya simpulkan begini: semakin tinggi RPM pengaduk pada suhu 55 sampai 60 derajat celcius hasilnya lebih bagus daripada di RPM yang rendah, kira2 butuh sekitar 1,5 jam saja. Tapi jika menggunakan RPM rendah pada suhu tersebut hasilnya kurang bagus dan butuh lebih dari 2 jam karena yang kita gunakan adalah minyak bekas dari penggorengan, apalagi jika minyak tersebut dipakai untuk menggoreng keripik singkong. Hasilnya biodiesel akan lebih kental daripada minyak jelantah yang lain karena sisa2 pati akan ikut ditransesterfikasi walaupun sebelumnya sudah disaring sampai halus, makanya saya menggunakan RPM pengaduk yang tinggi yaitu sekitar 1200 untuk melarutkan metoxida ke dalam minyak yang bercampur pati tersebut. Fungsi alkali hanya untuk menetralkan asam yang tinggi sedangkan methanol berfungsi mengubah minyak menjadi methyl, semakin tinggi putaran pengaduk anda semakin cepat kelarutanya pula minyak jelantah tersebut menyatu bersama methanol dan hasilnya pun lebih encer daripada menggunakan RPM yang rendah. Perlu di ketahui jika menggunakan putaran yang tinngi gunakanlah wadah yang bundar sekaligus juga tinggi dan berilah ruang di atasnya kira2 separoh dari isi tansesterfikasi karena pada waktu berputar isinya akan meninggi. Saya sarankan untuk minyak jelantah pakailah RPM yang tinggi, untuk RPM yang anda sebutkan tersebut menurut saya hanya untuk minyak goreng yang baru. Tentang buku untuk pembuatan biodiesel dari minyak jelantah pesan saja di internet biar lebih mudah. Mungkin itu saja sedikit jawaban dari saya, semoga bermanfaat. Trimz.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 225,588 hits

Categories

Archives